Showing posts with label INFO ISLAM. Show all posts
Showing posts with label INFO ISLAM. Show all posts

Saturday, July 20, 2013

Ikhlas

lama tidak posting, hari ini saya akan posting tentang arti "ikhlas", apa sih arti ikhlas itu? apa kalian tahu?, apa kita sudah menerapkan ikhlas dalam kehidupan sehari-hari kita. mari kita kenali ikhlas agar kita dapat menerapkannya di kehidupan sehari-hari kita.

Ikhlas adalah salah satu hal yang bisa menyebabkan suatu amalan ibadah kita diterima oleh Allah. Yang dimaksud dengan pengertian ikhlas adalah memurnikan ibadah atau amal shalih hanya untuk Allah dengan mengharap pahala dari Nya semata. Jadi dalam beramal kita hanya mengharap balasan dari Allah, tidak mengharapkan imbalan dari manusia atau makhluk-makhluk yang lain. Demikian adalah pengertian Ikhlas dalam Islam.

Imam Ibnul Qayyim menjelaskan arti ikhlas yaitu mengesakan Allah di dalam tujuan atau keinginan ketika melakukan ketaatan, beliau juga menjelaskan bahwa makna ikhlas adalah memurnikan amalan dari segala yang mengotorinya. Inilah bentuk pengamalan dari firman Allah dalam surat Al-Fatihah ayat 5 yang artinya: "Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan."

Arti Makna Ikhlas

Berhati-hatilah bila dalam beramal dalam hati kita menginginkan sesuatu dari tujuan-tujuan duniawi. Karena hal tersebut bisa menjadi pertanda kebinasaan karena Allah tidak akan menerima amal tersebut dan hanya menjadikannya seperti debu yang berterbangan sebagaimana firman Allah yang tercantum dalam QS Al-Furqan: 23 yang artinya: "Dan kami perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan lalu kami jadikan amal itu seperti debu yang berterbangan"

Ikhlas memang tidak mudah. Akan tetapi kita harus belajar dan mempraktekkan keihlasan itu sendiri. Demikian pula seperti yang tercantum dalam hadits qudsi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesunggunhnya Allah telah berfirman: Aku sangat tidak butuh kepada sekutu, barang siapa yang mengerjakan suatu amalan yang dia menyekutukanKu di dalamnya maka akan Aku tinggalkan dia dan sekutunya" (HR. Muslim).

Sunday, March 24, 2013

Jihad Melawan Godaan Setan dan Iblis

 
Setan adalah sumber kejahatan. Pekerjaannya menggoda dan merayu manusia. Dengan  bermacam-macam cara dan tipu daya setan membisikkan bisikan jahat kepada hawa nafsu manusia agar terjerumus ke dalam kesesatan. Yahya bin Mu’adz Ar-Razi berkata: “Setan itu penganggur”. Ia mempunyai banyak waktu untuk menjalmkan rencananya. Sedangkan engkau selalu sibuk, sehingga lalai engawasi rayuannya. Engkau lupa kepada setan,tetapi setan selalu ingat kepadamu. Setan melihatmu, tetapi engkau tidak melihatnya. Untuk mengalahkanmu setan mempunyai banyak pembantu.engkau harus berjuang keras agar dapat mengalahkan setan, jika tidak engkaulah yang akan dibinasakan dan dihancurkan olehnya”. Demikian tulis oleh al-Ghazali di dalam kitabnya, minhaj al-Abidin.
 
Oleh karena itu, kita diperintah memerangi setan, agar tidak tersesat oleh godaan dan rayuannya. Allah berfirman :

Sesungguhnya setan itu musuh kamu, maka jadikanlah dia musuhmu.”(QS.Fathir [35] :6)
 
Bukankah Aku telah berpesan kepadamu hai anak Adam, bahwa kamu tidak boleh menyembah setan, sebab sesungguhnya setan itu musuhmu yang nyata.” (QS. Yasin[36]:60)
 
Bagaimana cara memerangi setan? Al-Ghazali menerangkan cara memerangi setan, yaitu: Pertama, dengan mengerahkan tenaga untuk melawan dan menolaknya. Bisikan jahat harus dilawan dengan mempergunakan pikiran yang sehat dan dengan latihan, baik jasmani maupun rohani, sehingga kita tidak terpedaya olehnya. Kedua, dengan berzikir dan memohon perlindungan kepada Allah. Al-Qur’an mengingatkan:
 
Dan jika kamu ditimpa godaan setan, berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, bila mereka ditimpa waswas setan, mereka ingat kepada Allah,maka ketika itu juga mereka melihat (menyadari) kesalahan-kesalahan”. (QS. Al-A‘araf [7] : 200-201).
 
Salah satu dari godaan setan itu adalah membisikkan ke dalam hati manusia agar jangan taat kepada Allah, dan menanamkan sifat-sifat yang buruk seperti takabbur, riya, cinta kepada kemewahan dunia dan lupa kepada akhirat. Godaan setan itu hanya dapat dilawan dengan bermujahadah, berjuang dengan sungguh-sungguh melawannya, dan senantiasa memohon perlindungan kepada Allah.
 
Zikir kepada Allah dan memohon perlindungan kepada-Nya adalah senjata yang ampuh untuk melawan dan mengalahkan setan. Dengan perjuangan yang keras (mujahadah), banyak zikir dan mohon perlindungan, tipu daya setan menjadi lemah dan dapat dikalahkan. Allah berfirman:
 
Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah”.(QS.An-Nisa [4]: 76).

Sejarah Runtuhnya Kekhalifahan Islam

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Sebab Ekternal Keruntuhan Khilafah Turki Utsmani

Sudah kita ketahui bersama bahwa Khilafah Turki Utsmani kalah pada perang dunia pertama. Sebagai negara yang kalah perang, maka negeri itu dengan mudah ditindas, dirampok dan juga diperebutkan wilyahnya oleh para pemangsa dan lawan-lawannya. Sampai terjadi penghinaan yang begitu besar, di mana bangsa Turki yang secara geografis memang penduduk Eropa dilecehkan dengan ungkapan The Sickman in Europe. Bahkan kata turkey dalam ungkapan mereka merupakan pelecehan, yang artinya ayam kalkun.
Pahlawan dan tokoh muslim Turki pu tidak luput dari penghinaan. Salah satunya adalah Barbarossa si Janggut Merah. Di dalam cerita Asterik, tokoh Barbarosssa muncul sebagai bajak laut yang bodoh. Padahal beliau adalah pahlawan Islam di masanya dan pelaut kafir Eropa sangat takut dengan angkatan perangnya.

Sebab Internal Jatuhnya Khilafah Turki Utsmani


Penjajahan barat terhadap Turki semakin menusuk tatkala mereka berhasil meraih generasi muda Turki dengan pendidikan ala barat. Tentu saja semua itu untuk mendapatkan satu tujuan, yaitu sekulerisasi selapis generasi. Maka lahirlah kemudian generasi baru yang anti Islam, Islamo-phobia, sekuler, liberal dan berotak barat. Mereka inilah yang kemudian didukung oleh Eropa untuk menumbangkan lembaga khilafah Islamiyah. Tercatat tokohnya adalah Mustafa Kemal Ataturk yang terlaknat. Sosok ini telah berhasil menumbangkan khilafah pada tahun 1924 lewat gerakan Turki Muda.
Sayangnya, hujaman belati mematikan ini justru masuk ke dalam pelajaran sejarah di negeri kita sebagai kebangkitan, bukan sebagai kejahatan. Rupanya, jaring-jaring kerja bangsa-bangsa kafir itu sedemikian luas, sehingga sosok Kemal Ataturk yang zhalim itu, justru muncul dalam buku sejarah kita sebagai pahlawan. Padahal Kemal telah melakukan dosa yang bahkan Iblis pun tidak pernah melakukannya. Yaitu menumbangkan satu rangkaian khilafah Islamiyah yang terakhir. Padahal belum pernah sebelumnya umat Islam di dunia hidup tanpa naungan khilafah.
Sebab khilafah sudah ada sejak zaman Rasululullah SAW hidup, yakni sejak 15 abad yang lalu. Selama itu, umat Islam belum pernah hidup tanpa ada khilafah. Iblis dan para jin tidak pernah mampu menumbangkannya. Tiba-tiba seorang sekuleris yang nota bene agamanya masih Islam, malah menumbangkannya. Walhasil, sejak jatuhnya khilafah Turki, umat Islam masuk dalam bid’ah kubro. Sebuah bid’ah teramat besar yang melebihi semua jenis bid’ah yang pernah ada. Dan tentunya sangat dibenci dan dimurkai. Sebuah bid’ah berupa umat Islam hidup tanpa naungan khilafah.

Urutan Khilafah Sepanjang Sejarah Islam


Dengan wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 623 M, umat Islam segera membaiat Abu Bakar ra sebagai pengganti beliau. Istilah pengganti ini dalam bahasa Arab adalah khalifah. Lengkapnya, khalifatu rasulillah atau pengganti Rasulullah. Maksudnya bukan menggantikan posisi kenabian Muhammad SAW, melainkan posisi beliau SAW sebagai pemimpin tertinggi umat Islam. Sebab nabi kita itu selain sebagi nabi, juga berperan sebagai pemimpin tertinggi umat Islam. Selain itu, ada juga sebutan lain buat posisi tertinggi umat Islam sedunia, yaitu istilah Amirul Mukminin. Artinya adalah pemimpin umat Islam.

Khilafah Rasyidah


Khilafah Rasidah berdiri tepat di hari wafatnya Rasululllah SAW. Terdiri dari 4 orang atau 5 orang shahabat nabi yang menjadi khalifah secara bergantian. Mereka adalah:

  • Abu Bakar ash-Shiddiq ra {tahun 11-13 H/632-634 M}
  • ‘Umar bin Khaththab ra {tahun 13-23 H/634-644 M}
  • ‘Utsman bin ‘Affan ra {tahun 23-35 H/644-656 M}
  • ‘Ali bin Abi Thalib ra {tahun 35-40 H/656-661 M} dan
  • Al-Hasan bin ‘Ali ra {tahun 40 H/661 M}

Masa berlakunya selama kurang lebih 30 tahun. Disebut juga sebagai khilafah rasyidah karena posisi mereka sebagai shahabat nabi yang mendapat petunjuk. Dan memang ada pesan dari nabi untuk mentaati para khalifah rasyidah ini.

Khilafah Bani Umayyah


Khilafah ini berpusat di Syiria, tepatnya di kota Damaskus. Berdiri untuk masa waktu sekitar 90 tahun atau tepatnya 89 tahun, setelah era khulafa ar-rasyidin selesai. Khalifah pertama adalah Mu’awiyyah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Adapun masa kekuasaan mereka sebagai berikut:

  • Mu’awiyyah bin Abi Sufyan {tahun 40-64 H/661-680 M}
  • Yazid bin Mu’awiyah {tahun 61-64 H/680-683 M}
  • Mu’awiyah bin Yazid {tahun 64-65 H/683-684 M}
  • Marwan bin Hakam {tahun 65-66 H/684-685 M}
  • Abdul Malik bin Marwan {tahun 66-86 H/685-705 M}
  • Walid bin ‘Abdul Malik {tahun 86-97 H/705-715 M}
  • Sulaiman bin ‘Abdul Malik {tahun 97-99 H/715-717 M}
  • ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz {tahun 99-102 H/717-720 M}
  • Yazid bin ‘Abdul Malik {tahun 102-106 H/720-724M}
  • Hisyam bin Abdul Malik {tahun 106-126 H/724-743 M}
  • Walid bin Yazid {tahun 126 H/744 M}
  • Yazid bin Walid {tahun 127 H/744 M}
  • Ibrahim bin Walid {tahun 127 H/744 M}
  • Marwan bin Muhammad {tahun 127-133 H/744-750 M}

Sebenarnya khilafah Bani Ummayah ini punya perpanjangan silsilah, sebab satu dari keturunan mereka ada yang menyeberang ke semenanjung Iberia dan masuk ke Spanyol. Di Spanyol mereka kemudian mendirikan khilafah tersendiri yang terlepas dari khilafah besar Bani Abbasiyah.

Khilfah Bani Abbasiyah


Kemudian kekhilafahan beralih ke tangan Bani ‘Abasiyah yang berpusat di Baghdad. Total masa berlaku khilafah ini sekitar 446 tahun. Khalifah pertama adalah Abu al-’Abbas al-Safaah. Sedangkan khalifah terakhirnya Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah. Secara rinci masa kekuasaan mereka sebagai berikut:

  1. Abul ‘Abbas al-Safaah {tahun 133-137 H/750-754 M}
  2. Abu Ja’far al-Manshur {tahun 137-159 H/754-775 M}
  3. Al-Mahdi {tahun 159-169 H/775-785 M}
  4. Al-Hadi {tahun 169-170 H/785-786 M}
  5. Harun al-Rasyid {tahun 170-194 H/786-809 M}
  6. Al-Amiin {tahun 194-198 H/809-813 M}
  7. Al-Ma’mun {tahun 198-217 H/813-833 M}
  8. Al-Mu’tashim Billah {tahun 618-228 H/833-842M}
  9. Al-Watsiq Billah {tahun 228-232 H/842-847 M}
  10. Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah {tahun 232-247 H/847-861 M}
  11. Al-Muntashir Billah {tahun 247-248 H/861-862 M}
  12. Al-Musta’in Billah {tahun 248-252 H/862-866 M}
  13. Al-Mu’taz Billah {tahun 252-256 H/866-869 M}
  14. Al-Muhtadi Billah {tahun 256-257 H/869-870 M}
  15. Al-Mu’tamad ‘Ala al-Allah {tahun 257-279 H/870-892 M}
  16. Al-Mu’tadla Billah {tahun 279-290 H/892-902 M}
  17. Al-Muktafi Billah {tahun 290-296 H/902-908 M}
  18. Al-Muqtadir Billah {tahun 296-320 H/908-932 M}
  19. Al-Qahir Billah {tahun 320-323 H/932-934 M}
  20. Al-Radli Billah {tahun 323-329 H/934-940 M}
  21. Al-Muttaqi Lillah {tahun 329-333 H/940-944 M}
  22. Al-Musaktafi al-Allah {tahun 333-335 H/944-946 M}
  23. Al-Muthi’ Lillah {tahun 335-364 H/946-974 M}
  24. Al-Tha`i’ Lillah {tahun 364-381 H/974-991 M}
  25. Al-Qadir Billah {tahun 381-423 H/991-1031 M}
  26. Al-Qa`im Bi Amrillah {tahun 423-468 H/1031-1075 M}
  27. Al-Mu’tadi Bi Amrillah {tahun 468-487 H/1075-1094 M}
  28. Al-Mustadhhir Billah {tahun 487-512 H/1094-1118 M}
  29. Al-Mustarsyid Billah {tahun 512-530 H/1118-1135 M}
  30. Al-Rasyid Billah {tahun 530-531 H/1135-1136 M}
  31. Al-Muqtafi Liamrillah {tahun 531-555 H/1136-1160 M}
  32. Al-Mustanjid Billah {tahun 555-566 H/1160-1170 M}
  33. Al-Mustadli`u Biamrillah {tahun 566-576 H/1170-1180 M}
  34. Al-Naashir Lidinillah {tahun 576-622 H/1180-1225 M}
  35. Al-Dhahir Biamrillah {tahun 622-623 H/1225-1226 M}
  36. Al-Mustanshir Billah {tahun 623-640 H/1226-1242 M}
  37. Al-Musta’shim Billah {tahun 640-656 H/1242-1258 M}
  38. Al-Mustanshir Billah II {tahun 660-661 H/1261-1262 M}
  39. Al-Haakim Biamrillah I {tahun 661-701 H/1262-1302 M}
  40. Al-Mustakfi Billah I {tahun 701-732 H/1302-1334 M}
  41. Al-Watsiq Billah I {tahun 732-742 H/1334-1343 M}
  42. Al-Haakim Biamrillah II {tahun 742-753 H/1343-1354 M}
  43. Al-Mu’tadlid Billah I
  44. Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah I
  45. Al-Watsir Billah II {tahun 785-788 H/1386-1389 M}
  46. Al-Musta’shim {tahun 788-791 H/1389-1392 M}
  47. Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah II
  48. Al-Musta’in Billah {tahun 808-815 H/1409-1416 M}
  49. Al-Mu’tadlid Billah II {tahun 815-845 H/1416- 1446 M}
  50. Al-Mustakfi Billah II {tahun 845-854 H/1446-1455 M}
  51. Al-Qa`im Biamrillah {tahun 754-859 H/1455-1460 M}
  52. Al-Mustanjid Billah {tahun 859-884 H/1460-1485 M}
  53. Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah III
  54. Al-Mutamasik Billah {tahun 893-914 H/1494-1515 M}
  55. Al-Mutawakil ‘Ala al-Allah IV

Khilafah Bani Abbasiyah dihancurkan oleh pasukan Tartar , sehingga umat Islam sempat hidup selama 3,5 tahun tanpa adanya khalifah. Namun kurun waktnya hanya terpaut 3 tahun setengah saja dan segera berdiri khilafah Utsmaniyah.

Khilafah Bani Utsmaniyyah


Khilafah Bani Utsmaniyyah tercatat memiliki30 orang khalifah, yang berlangsung mulai dari abad 10 Hijriyah atau abad ke enam belas Masehi. Nama-nama mereka sebagai berikut:

  1. Salim I {tahun 918-926 H/1517-1520 M}
  2. Sulaiman al-Qanuni {tahun 926-974 H/1520-1566 M}
  3. Salim II {tahun 974-982 H/1566-1574 M}
  4. Murad III {tahun 982-1003 H/1574-1595 M}
  5. Muhammad III {tahun 1003-1012 H/1595-1603 M}
  6. Ahmad I {tahun 1012-1026 H/1603-1617 M}
  7. Mushthafa I {tahun 1026-1027 H/1617-1618 M}
  8. ‘Utsman II {tahun 1027-1031 H/1618-1622 M}
  9. Mushthafa I {tahun 1031-1032 H/1622-1623 M}
  10. Murad IV {tahun 1032-1049 H/1623-1640 M}
  11. Ibrahim I {tahun 1049-1058 H/1640-1648 M}
  12. Muhammad IV {tahun 1058-1099 H/1648-1687 M}
  13. Sulaiman II {tahun 1099-1102 H/1687-1691 M}
  14. Ahmad II {tahun 1102-1106 H/1691-1695 M}
  15. Mushthafa II {tahun 1106-1115 H/1695-1703 M}
  16. Ahmad III {tahun 1115-1143 H/1703-1730 M}
  17. Mahmud I {tahun 1143-1168 H/1730-1754 M}
  18. ‘Utsman III {tahun 1168-1171 H/1754-1757 M}
  19. Musthafa III {tahun 1171-1187 H/1757-1774 M}
  20. ‘Abdul Hamid I {tahun 1187-1203 H/1774-1789 M}
  21. Salim III {tahun 1203-1222 H/1789-1807 M}
  22. Musthafa IV {tahun 1222-1223 H/1807-1808 M}
  23. Mahmud II {tahun 1223-1255 H/1808-1839 M}
  24. ‘Abdul Majid I {tahun 1255 H-1277 H/1839-1861 M}
  25. ‘Abdul ‘Aziz I {tahun 1277-1293 H/1861-1876 M}
  26. Murad V {tahun 1293-1293 H/1876-1876 M}
  27. ‘Abdul Hamid II {tahun 1293-1328 H/1876-1909 M}
  28. Muhammad Risyad V {tahun 1328-1338 H/1909-1918 M}
  29. Muhammad Wahiddin {th. 1338-1340 H/1918-1922 M}
  30. ‘Abdul Majid II {tahun 1340-1342 H/1922-1924 M}.

Khalifah terakhir umat Islam sedunia adalah ‘Abdul Majid II. Semenjak tumbangnya khilafah terakhir ini, berarti umat Islam telah hidup lebih dari selama tanpa keberadaan lembaga yang menyatukan.

Kepastian Kembalinya Khilafah


Lepas dari realitas di lapangan yang kurang menggembirakan, di mana umat Islam saat in menjadi budak barat, kekayaan alam mereka dijarah, ekonomi mereka terpuruk, nilai mata uang mereka sangat rendah, hutang luar negeri mereka bertumpuk tak terbayar, pemuda mereka dirusak, wanita mereka menjadi hamba syhwt (**) , bahkan masih ditambah lagi dengan rombongan Islam liberal dan sebagainya, namunmasih ada harapan. Kita masih menemukan satu hadits dari Rasulullah SAW yang cukup melegakan, yaitu kabar gembira dari beliau bahwa suatu saat, khilafah ini akan kembali terbentuk, bahkan dengan kualitasnya yang rasyidah itu.


Sabda Rasulullah saw, Kemudian akan tegak Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan manhaj Nabi: Namun tentunya khilafah ini tidak akan terbentuk begitu saja, bila hanya dengan doa dan diam saja. Atau hanya dengan bicara dan demonstrasi saja. Setiap umat Islam meski bersinergi untuk saling menguatkan dan saling menyokong semua upaya untuk kembali kepada khilafah Islamiyah. Sebab setiap elemen umat punya potensi yang mungkin tidak dimiliki oleh saudaranya. Maka seruan untuk kembali kepada khilafah seharusnya bukan sekedar lips service, namun harus diiringi dengan kerja nyata, pembinaan dan pengkaderan 1,5 milyar umat, pendirian lembaga pendidikan dan sekian banyak pos-pos penting umat. Lantas diiringi juga dengan kebesaran hati, keterbukaan sikap serta jiwa kepemimpinan dunia Islam yang mumpuni.


Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk dapat menyaksikan beridirnya khilafah Islamiyah semasa kita hidup. Sungguh sebuah kepuasan yang dimpikan oleh dunia Islam selama ini. Amien.
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi warabaraktuh.

Sumber Urutan Khilafah Islamiyah, Akankah Sejarah Kejayaan Islam Bangkit Kembali? : http://www.salaf.web.id

Friday, March 22, 2013

Kisah dan Sejarah konflik Israel dan Palestina

Kisah & Sejarah Israel & Palestina
Israel yang dalam bahasa Ibrani  מדינת ישראל Medinat Yisra‘el, dan dalam bahasa Arab دولة إسرائيل Dawlat Isrā’īl merupakan sebuah negara di Timur Tengah yang dikelilingi Laut Tengah, Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir dan gurun pasir Sinai. Israel juga dikelilingi dua daerah Otoritas Nasional Palestina, Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Israel merupakan satu-satunya negara Yahudi di dunia dengan penduduk sekitar 7,28 juta jiwa.Selain Yahudi, terdapat juga beberapa kelompok etnis minoritas seperti etnis Arab yang berkewarganegaraan Israel. Di Israel juga terdapat beberapa agama lain seperti Muslim, Kristen, Druze, Samaria, dan lain-lain.

Awal Sejarah Israel



Kisah & Sejarah Israel & Palestina
Menurut kitab Taurat, Tanah Israel dijanjikan kepada tiga Patriark Yahudi oleh Tuhan sebagai tanah air Yahudi. Sekitar abad ke-11 SM, beberapa kerajaan dan negara Israel didirikan disekitar Tanah Israel.
Antara periode Kerajaan-kerajaan Israel dan penaklukan Muslim abad ke-7, Tanah Israel jatuh di bawah pemerintahan Asiria, Babilonia, Persia, Yunani, Romawi, Sassania, dan Bizantium.
Keberadaan orang Yahudi di wilayah tersebut berkurang drastis setelah kegagalan Perang Bar Kokhba melawan Kekaisaran Romawi pada tahun 132, menyebabkan pengusiran besar-besaran Yahudi.
Pada tahun 628/9, Kaisar Bizantium Heraklius memerintahkan pembantaian dan pengusiran orang-orang Yahudi, mengakibatkan populasi Yahudi menurun lebih jauh lagi.
Tanah Israel direbut dari Kekaisaran Bizantium sekitar tahun 636 oleh penakluk muslim. Selama lebih dari enam abad, kontrol wilayah tersebut berada di bawah kontrol Umayyah, Abbasiyah, dan Tentara Salib sebelum jatuh di bawah Kesulatanan Mameluk pada tahun 1260.
Pada tahun 1516, Tanah Israel menjadi bagian dari Kesultanan Utsmaniyah, yang memerintah wilayah tersebut sampai pada abad ke-20.

Zionisme dan Mandat Britania

Pengusiran besar-besaran Yahudi atau yang biasa disebut Diaspora Yahudi, menyebabkan tersebarnya Yahudi ke berbagai negara. Pada permulaan abad ke-12, penindasan Yahudi oleh Katolik mendorong perpindahan orang-orang Yahudi Eropa kembali ke Tanah Suci. Dan perpindahan itu meningkatkan jumlah populasi Yahudi setelah pengusiran orang Yahudi dari Spanyol pada tahun 1492.
Selama abad ke-16, komunitas-komunitas besar Yahudi kebanyakan berpusat pada Empat Kota Suci Yahudi, yaitu Yerusalem, Hebron, Tiberias, dan Safed.
Pada pertengahan kedua abad ke-18, keseluruhan komunitas Hasidut yang berasal dari Eropa Timur telah berpindah ke Tanah Suci.
Imigrasi dalam skala besar, atau dikenal sebagai Aliyah Pertama (עלייה), di mulai pada tahun 1881, yaitu pada saat orang-orang Yahudi melarikan diri dari pogrom di Eropa Timur.
Pada tahun 1896, Theodor Herzl menerbitkan buku Der Judenstaat (Negara Yahudi), dan memaparkan visinya tentang negara masa depan Yahudi, Tahun berikutnya ia kemudian mengetuai Kongres Zionis Dunia pertama.
Aliyah Kedua (1904–1914) dimulai setelah terjadinya pogrom Kishinev. Sekitar 40.000 orang Yahudi kemudian berpindah ke Palestina.
Selama Perang Dunia I, Menteri Luar Negeri Britania Arthur Balfour mengeluarkan pernyataan yang dikenal sebagai Deklarasi Balfour, yaitu deklarasi yang mendukung pendirian negara Yahudi di tanah Palestina.
Atas permintaan Edwin Samuel Montagu dan Lord Curzon, disisipkan pula pernyataan “it being clearly understood that nothing shall be done which may prejudice the civil and religious rights of existing non-Jewish communities in Palestine, or the rights and political status enjoyed by Jews in any other country“.
Legiun Yahudi, batalion yang terdiri dari sukarelawan-sukarelawan Zionis, kemudian membantu Britania menaklukkan Palestina. Oposisi Arab terhadap rencana ini berujung pada Kerusuhan Palestina 1920 dan pembentukan organisasi Yahudi yang dikenal sebagai Haganah (Bahasa Ibrani : Pertahanan).
Pada tahun 1922, Liga Bangsa-Bangsa mempercayakan mandat atas Palestina kepada Britania Raya. Populasi wilayah ini pada saat itu secara dominan merupakan Arab muslim, sedangkan pada wilayah perkotaan seperti Yerusalem, secara dominan merupakan Yahudi.
Aliyah Ketiga (1919–1923) dan Aliyah Keempat (1924–1929), secara keseluruhan membawa 100.000 orang Yahudi ke Palestina. Setelah terjadinya kerusuhan Jaffa, Britania membatasi imigrasi Yahudi, dan wilayah yang ditujukan sebagai negara Yahudi dialokasikan di Transyordania.
Gerakan Nazi pada tahun 1930 menyebabkan Aliyah kelima (1929-1939) dengan masukknya seperempat juta orang Yahudi ke Palestina. Gelombang masuknya Yahudi secara besar-besaran ini menimbulkan Pemberontakan Arab di Palestina 1936-1939, memaksa Britania membatasi imigrasi dengan mengeluarkan Buku Putih 1939.
Sebagai reaksi atas penolakan negara-negara di dunia yang menolak menerima pengungsi Yahudi yang melarikan diri dari Holocaust, dibentuklah gerakan bawah tanah yang dikenal sebagai Aliyah Bet yang bertujuan untuk membawa orang-orang Yahudi ke Palestina.
Pada akhir Perang Dunia II, jumlah populasi orang Yahudi telah mencapai 33% populasi Palestina, meningkat drastis dari sebelumnya yang hanya 11% pada tahun 1922.

Kemerdekaan Israel

Kisah & Sejarah Israel & Palestina
Setelah 1945, Britania Raya menjadi terlibat dalam konflik kekerasan dengan Yahudi. Pada tahun 1947, pemerintah Britania menarik diri dari Mandat Palestina, menyatakan bahwa Britania tidak dapat mencapai solusi yang diterima baik oleh orang Arab maupun Yahudi.
Badan PBB yang baru saja dibentuk kemudian menyetujui Rencana Pembagian PBB (Resolusi Majelis Umum PBB 18) pada 29 November 1947. Rencana pembagian ini membagi Palestina menjadi dua negara, satu negara Arab, dan satu negara Yahudi. Yerusalem ditujukan sebagai kota Internasional – corpus separatum – yang diadministrasi oleh PBB untuk menghindari konflik status kota tersebut.
Komunitas Yahudi menerima rencana tersebut, tetapi Liga Arab dan Komite Tinggi Arab menolaknya atas alasan kaum Yahudi mendapat 55% dari seluruh wilayah tanah meskipun hanya merupakan 30% dari seluruh penduduk di daerah ini. Pada 1 Desember 1947, Komite Tinggi Arab mendeklarasikan pemogokan selama 3 hari, dan kelompok-kelompok Arab mulai menyerang target-target Yahudi.
Perang saudara dimulai ketika kaum Yahudi yang mula-mulanya bersifat defensif perlahan-lahan menjadi ofensif. Ekonomi warga Arab-Palestina runtuh dan sekitar 250.000 warga Arab-Palestina diusir ataupun melarikan diri.
Pada 14 Mei 1948, sehari sebelum akhir Mandat Britania, Agensi Yahudi memproklamasikan kemerdekaan dan menamakan negara yang didirikan tersebut sebagai “Israel“. Sehari kemudian, gabungan lima negara Arab – Mesir, Suriah, Yordania, Lebanon dan Irak –menyerang Israel, menimbulkan Perang Arab-Israel 1948. Maroko, Sudan, Yemen dan Arab Saudi juga membantu mengirimkan pasukan.
Setelah satu tahun pertempuran, genjatan senjata dideklarasikan dan batas wilayah sementara yang dikenal sebagai Garis Hijau ditentukan. Yordania kemudian menganeksasi wilayah yang dikenal sebagai Tepi Barat dan Yerusalem Timur, sedangkan Mesir mengontrol Jalur Gaza. Israel kemudian diterima sebagai anggota PBB pada tanggal 11 Mei 1949. Selama konflik ini, sekitar 711.000 orang Arab Palestina (80% populasi Arab) mengungsi keluar Palestina.
Pada masa-masa awal kemerdekannya, gerakan Zionisme buruh yang dipimpin oleh Perdana Menteri David Ben-Gurion mendominasi politik Israel. Tahun-tahun ini ditandai dengan imigrasi massal para korban yang selamat dari Holocaust dan orang-orang Yahudi yang diusir dari tanah Arab.
Populasi Israel meningkat dari 800.000 menjadi 2.000.000 dalam jangka waktu sepuluh tahun antara 1948 sampai dengan 1958. Kebanyakan pengungsi tersebut ditempatkan di perkemahan-perkemahan yang dikenal sebagai ma’abarot. Sampai tahun 1952, 200.000 imigran bertempat tingal di kota kemah ini.
Selama tahun 1950-an, Israel terus menerus diserang oleh militan Palestina yang kebanyakan berasal dari Jalur Gaza yang diduduki oleh Mesir.
Pada tahun 1956, Israel bergabung ke dalam sebuah aliansi rahasiaBritania Raya bersama dengan dan Perancis, yang betujuan untuk merebut kembali Terusan Suez yang sebelumnya telah dinasionalisasi oleh Mesir. Walaupun berhasil merebut Semenanjung Sinai, Israel dipaksa untuk mundur atas tekanan dari Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai ganti atas jaminan hak pelayaran Israel di Laut Merah dan Terusan Suez.

Kisah & Sejarah Israel & Palestina
Pada tahun 1967, Mesir, Suriah, dan Yordania menutup perbatasannya dengan Israel dan mengusir pasukan perdamaian PBB keluar dari wilayah tersebut serta memblokade akses Israel terhadap Laut Merah.
Israel kemudian melancarkan serangan terhadap pangkalan angkatan udara Mesir karena takut akan terjadinya invasi oleh Mesir. Hal ini kemudian berujung pada Perang Enam Hari yang kemudian dimenangkan oleh Israel. Pada perang ini, Israel berhasil merebut Tepi Barat, Jalur Gaza, Semenanjung Sinai, dan Dataran Tinggi Golan.
Garis Hijau menjadi penanda batas antara wilayah administrasi Israel dengan Wilayah pendudukan Israel. Batas wilayah Yerusalem juga diperluas dengan memasukkan wilayah Yerusalem Timur. Sebuah undang-undang yang mengesahkan pemasukan wilayah ini kemudian ditetapkan. Hal ini kemudian berujung pada Resolusi Dewan Keamanan PBB 478 yang menyatakan bahwa penetapan ini tidak sah dan melanggar hukum internasional.

Kisah & Sejarah Israel & Palestina
Kegagalan negara-negara Arab pada perang tahun 1967 kemudian menyebabkan tumbuhnya gerakan kemerdekaan Palestina oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an, beberapa kelompok militer Palestina melancarkan berbagai gelombang serangan terhadap warga-warga Israel di seluruh dunia, termasuk pula pembunuhan atlet-atlet Israel pada Olimpiade München 1972. Israel membalas aksi tersebut dengan melancarkan Operasi Wrath of God (Kemarahan Tuhan). Pada operasi ini, orang-orang yang bertanggung jawab terhadap peristiwa München ini dilacak dan dibunuh.
Pada hari Yom Kippur 6 Oktober 1973 yang merupakan hari suci Yahudi, pasukan Mesir dan Suriah melancarkan serangan mendadak terhadap Israel. Perang tersebut berakhir pada tanggal 26 Oktober dengan Israel berhasil memukul balik pasukan Mesir dan Suriah. Walaupun demikian perang ini dianggap sebagai kekalahan Israel.
Pemilihan Knesset 1977 menandai terjadinya titik balik dalam sejarah perpolitikan Israel. Pada pemilihan ini, Menachem Begin yang berasal dari partai Likud mengambil alih kontrol pemerintahan dari Partai Buruh Israel. Pada tahun itu pula, Presiden Mesir Anwar El Sadat melakukan kunjungan ke Israel dan mengucapkan pidato di depan Knesset. Aksi ini dilihat sebagai pengakuan kedaulatan Israel yang pertama oleh negara Arab.
Dua tahun kemudian, Sadat dan Menachem Begin menandatangani Persetujuan Camp David dan Perjanjian Damai Israel-Mesir. Israel menarik mundur pasukannya dari semenanjung Sinai dan setuju untuk bernegosiasi membahas otonomi warga Palestina yang berada di luar Garis Hijau. Namun, rencana tersebut tidak pernah diimplementasi.
Pemerintahan Begin mendukung warga Israel untuk bermukim di Tepi Barat, mengakibatkan konflik dengan warga Palestina di daerah tersebut.
Pada tanggal 7 Juni 1981, Israel membom bardir reaktor nuklir Osirak milik Irak pada Operasi Opera. Badan intelijen Israel, Mossad, mencurigai reaktor nuklir tersebut akan digunakan Irak untuk mengembangkan senjata nuklir.
Pada tahun 1982, Israel melakukan intervensi pada Perang Saudara Lebanon untuk menghancurkan basis-basis serangan Organisasi Pembebasan Palestina di Israel Utara. Intervensi ini kemudian berkembang menjadi Perang Lebanon Pertama. Israel menarik pasukannya dari Lebanon pada tahun 1986. Intifada Pertama yang merupakan perlawanan rakyat Palestina terhadap pemerintahan Israel terjadi pada tahun 1987, menyebabkan terjadinya kekerasan di daerah pendudukan Israel.
Selama Perang Teluk 1991, PLO dan kebanyakan warga Palestina mendukung Saddam Hussein dan Irak dalam melancarkan serangan misil terhadap Israel.
Pada tahun 1992, Yitzhak Rabin menjadi Perdana Menteri Israel setelah memangkan pemilihan umum legislatif Israel 1992. Yitzhak Rabin dan partainya mendukung adanya kompromi dengan tetangga-tetangga Israel.
Tahun 1993, Shimon Peres dan Mahmoud Abbas, sebagai wakil Israel dan PLO, menandatangani Persetujuan Oslo. Persetujuan ini memberikan Otoritas Nasional Palestina hak untuk memerintah di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Selain itu, juga dinyatakan pula pengakuan hak Israel untuk berdiri dan menyerukan berakhirnya terorisme.
Pada tahun 1994, Perjanjian Damai Israel-Yordania ditandatangani, membuat Yordania menjadi negara Arab kedua yang melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.
Dukungan publik Arab terhadap persetujuan ini menurun setelah terjadinya peristiwa pembantaian umat muslim yang sedang bersembahyang di Masjid Ibrahimi oleh sekelompok ekstremis gerakan Kach. Selain itu, pemukiman warga Israel di daerah pendudukan yang masih berlanjut, serta menurunnya kondisi ekonomi Palestina juga menurunkan dukungan publik Arab.
Dukungan publik Israel terhadap persetujuan ini juga berkurang setelah terjadinya rentetan kasus bom bunuh diri yang dilakukan oleh hamas. Pembunuhan Yitzhak Rabin yang dilakukan oleh esktremis Yahudi ketika ia sedang meninggalkan sebuah pawai yang mendukung perdamaian dengan Palestina mengejutkan seluruh negeri.
Pada akhir 1990-an, Israel yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu menarik mundur pasukannya dari Hebron dan menandatangai Memorandum Sungai Wye. Memorandum tersebut memberikan Otoritas Nasional Palestina kontrol yang lebih luas.

Peta perubahan wilayah Israel dan Palestina :
Kisah & Sejarah Israel & Palestina
sumber :
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Israel
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Palestina
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Followers